Clinical Gastronomy Project

Meski dalam sakit,kelezatantak perlu dilepaskan.

Wawasan klinis tenaga medis berpadu dengan cita rasa dan teknik para koki, untuk merancang bersama “makanan lezat” yang disesuaikan dengan kondisi tubuh setiap orang. Rumah sakit, fasilitas perawatan, rumah, restoran — untuk setiap meja makan.

Rencana peluncuran Oktober 2026

Medicine × Cuisine

Merancang bersama antara keahlian yang setara

Dari diet terbatas menjadi kuliner kreatif

Keterbatasan menjadi titik awal kreativitas

Makanan sebagai obat

Kearifan Jepang, dibangun ke dalam sistem masyarakat

Makanan sebagai obat, Clinical Gastronomy, dari diet terbatas menjadi kuliner kreatif, hidup yang lezat hingga suapan terakhir — kata kunci Maison de Santé

Our Vision

Menuju masyarakat di mana kenikmatan makan
bertahan hingga suapan terakhir.

Sejak hari penyakit datang, makanan berubah menjadi sesuatu yang “dikelola”, dan kenikmatannya dikurangi sedikit demi sedikit. Kebiasaan itu kami bongkar hingga ke strukturnya. Kepastian medis dan kenikmatan gastronomi bukanlah dua hal yang bertentangan. Di atas satu piring, keduanya dapat berdampingan.

Semuanya bermula di meja makan rumah sakit dan fasilitas perawatan. Tenaga medis dan koki bertemu sebagai ahli yang setara, membangun bukti klinis piring demi piring. Pada waktunya, pengetahuan itu akan dibakukan sebagai Longevity Gastronomy dan dibuka ke luar — ke rumah, ke restoran, ke komunitas, dan ke dunia.

Maison de Santé adalah panji yang membawa filosofi Clinical Gastronomy ini ke tengah masyarakat.

Masyarakat yang memandang orang yang jatuh sakit dan berkata,“pantas saja, ia selalu makanmakanan yang enak-enak”— masyarakat itu keliru.

Founding Message
01

Pertama, makanan rumah sakit.

Tidak ada hidangan yang lebih membutuhkan kelezatan daripada yang disajikan di ranjang rumah sakit. Tenaga medis dan koki, sebagai ahli yang setara, merancang bersama makanan rumah sakit agar kenikmatan makan dan hasil klinis berjalan seiring.

Nafsu makan adalah kehendak untuk pulih. Kelezatan menjadi bagian dari pengobatan.

02

Bukti, dari sisi ranjang pasien.

Dari praktik klinis, kami menghimpun data kepuasan pasien, asupan gizi, dan indikator pemulihan — bukti ilmiah bahwa makanan dapat benar-benar lezat meski dalam keterbatasan.

Kuliner medis yang berbicara dengan data, bukan kesan. Kepercayaan dibangun bukti demi bukti.

03

Dari satu tempat menuju sistem masyarakat.

Di atas bukti yang dibangun dari makanan rumah sakit, kami melangkah ke luar — ke perawatan, ke rumah, ke restoran, ke komunitas. Bukan rangkaian upaya yang terpisah, melainkan model yang dapat direplikasi dan diterapkan dalam masyarakat.

Bukan inisiatif sekali jalan, melainkan sistem yang bertahan. Dari Jepang, terbuka ke dunia.

FOUNDING PHILOSOPHY

Hidup dengan keterbatasan
dan melepaskan kelezatanbukanlah hal yang sama.

Semakin keselamatan dan pengelolaan gizi diutamakan, semakin mudah kelezatan dikesampingkan — struktur yang kami pertanyakan sejak dari premisnya.

Dengan memadukan cita rasa, pengalaman, dan teknik para koki dengan pengetahuan klinis tenaga medis secara setara, kami menciptakan standar baru bersama-sama: benar-benar lezat, bahkan dalam keterbatasan.

MedisWawasan klinis · keamanan · giziKulinerKepekaan · pengalaman · teknikMerancang bersamaKeahlian setara, satu jawaban bersamaRumah sakitPerawatan lansiaPerawatan di rumahRestoran

Makanan sebagai obat

01

Koki dan tenaga medis, keahlian yang setara

Dunia medis tidak mengawasi masakan. Logika medis pun tidak dipaksakan kepada koki. Dengan berbagi parameter klinis, keduanya merancang bersama keselamatan, gizi, dan kelezatan.

Makanan bukan “pelengkap” pengobatan. Ia adalah bentuk pengobatan yang paling sehari-hari sekaligus paling kuat, hadir dalam pencegahan, pengobatan, dan pemulihan.

Oral First

02

Martabat makan melalui mulut

Fungsi oral didahulukan sebagai gerbang menuju makan. Dukungan makan yang sesungguhnya dimulai dari penilaian kemampuan mengunyah dan menelan.

Makan melalui mulut terkait bukan hanya dengan gizi, tetapi juga dengan martabat dan kegembiraan hidup seseorang. Karena itu, kami memulai dari mulut.

Evidence First

03

Klinik dahulu, lalu dunia

Kami membangun bukti klinis melalui makanan rumah sakit, membuktikan secara ilmiah bahwa lezat dan baik bagi tubuh dapat berjalan bersama. Sebelum segala sorotan, fondasi kepercayaan.

Kami berbicara setelah membuktikan. Pembuktian di klinik — tempat yang paling menuntut dari semuanya — adalah titik awal segalanya.

Hidangan hasil rancangan bersama — Nabeno-Ism
Clinical Gastronomy

Kepastian medis dan kenikmatan gastronomi,
bersatu di atas satu piring.

WHY NOW

Zaman memanggil
meja makan ini.

Di tengah masyarakat menua yang ekstrem, makan telah menjadi garis depan dunia medis dan perawatan. Banyak profesional telah bekerja keras di lapangan — namun pengetahuan mereka tetap terpecah-pecah, tak pernah terpadu menjadi sistem yang melayani masyarakat secara utuh. Pemaduan itulah misi kami.

01

2025: titik kritis masyarakat menua Jepang

Dengan seluruh generasi baby boomer Jepang kini berusia 75 tahun ke atas, jumlah orang yang membutuhkan makanan ramah disfagia dan diet terapeutik diperkirakan terus bertambah. Medikalisasi makanan bukan lagi pengecualian — melainkan keseharian.

02

Pasar makanan medis dan perawatan yang terus tumbuh

Pasar makanan medis dan perawatan di Jepang terus tumbuh dengan mantap dan diperkirakan akan semakin meluas. Namun keamanan, gizi, dan kelezatan masih ditangani di pos yang terpisah — belum ada sistem mapan yang menyatukannya di atas satu piring.

03

Harapan yang belum terjawab: lezat hingga akhir hayat

Keinginan untuk menjaga kenikmatan makan hingga tahap akhir kehidupan tetap kuat, namun sistem yang menjawabnya masih jauh dari memadai. Kesenjangan antara harapan dan kenyataan itulah tempat yang harus kami isi.

04

Dunia menoleh pada makanan sebagai obat

Jepang dipandang memimpin dunia dalam usia harapan hidup sehat. Pada akarnya terdapat budaya makanan sebagai obat yang hidup di meja makan sehari-hari. Di Barat yang condong pada suplemen, usia harapan hidup sehat tumbuh lebih lambat — dan minat terhadap kearifan kuliner Jepang kian meningkat.

IMPACT

Dengan tenang, angka-angka
menuturkan sebuah misi.

Mengapa karya ini? Biarkan angka yang berbicara, bukan perasaan. Empat indikator tentang luasnya bidang yang kami masuki — dan kemungkinan yang tersimpan di dalamnya.

Usia harapan hidup sehat, perbandingan internasional

No.1

Usia harapan hidup sehat Jepang

Sumbernya, kami yakini, bukan pada obat-obatan, melainkan pada kearifan makanan sebagai obat yang diwariskan di meja makan sehari-hari.

Estimasi layanan makan rawat inap dan panti

Miliaranporsi

Makanan yang disajikan setiap tahun di rumah sakit dan fasilitas di Jepang

Rumah sakit dan fasilitas perawatan di seluruh Jepang diperkirakan menyajikan jumlah makanan yang sangat besar setiap tahunnya. Setiap porsinya menyimpan ruang untuk perubahan.

Ukuran pasar makanan medis dan perawatan

Triliunanyen

Pasar makanan medis dan perawatan yang terus tumbuh

Pasar makanan medis dan perawatan diperkirakan terus tumbuh. Investasi pada kelezatan baru saja dimulai.

Riset kerapuhan oral

≈2×

Risiko akibat menurunnya fungsi oral

Melemahnya kemampuan mengunyah dan menelan dapat membuka pintu menuju malnutrisi dan kerapuhan. Karena itu kami memulai dari mulut — Oral First.

Angka-angka mencakup perkiraan dan nilai ilustratif berdasarkan statistik yang dipublikasikan. Sumber resmi akan dicantumkan saat publikasi.

OUR PROGRAMS

Apa yang kami lakukan

Para ahli medis dan kuliner bergandengan tangan di empat bidang untuk menghadirkan makanan medis yang benar-benar lezat. Masing-masing memiliki cara kerja yang jelas.

01
Hospital & Facility

Membenahi makanan rumah sakit dan fasilitas

Koki terkemuka dan ahli gizi bekerja berdampingan untuk merancang ulang makanan rumah sakit dan fasilitas dari akarnya. Sambil menjaga ketelitian manajemen gizi, kami menciptakan pengalaman bersantap yang sungguh terasa lezat bagi pasien. Naiknya tingkat konsumsi makanan berdampak langsung pada perbaikan gizi, pemulihan, dan reputasi fasilitas.

Analisis kondisi saat ini

Memetakan menu, operasional, dan data konsumsi makanan.

Merancang ulang pengalaman

Membangun kembali pengalaman bersantap — rasa, warna, hingga suhu penyajian.

Menanamkan perubahan

Mengubahnya menjadi praktik yang dapat dijalankan tim tanpa beban.

02
Co-Design

Menu yang dirancang bersama menurut penyakit dan fungsi

Dunia medis tidak mengawasi masakan, dan logika medis tidak dipaksakan pada dapur. Dengan berbagi parameter klinis terlebih dahulu, tenaga medis dan koki merancang bersama keamanan, gizi, dan kelezatan. Makanan ramah disfagia, rendah garam, rendah karbohidrat — batasan menjadi titik awal kreativitas.

Menurut penyakit dan fungsi

Mengoptimalkan untuk kondisi menelan, ginjal, diabetes, pascaoperasi, dan lainnya.

Menjamin keterulangan

Menstandarkan resep dan teknik agar dapur mana pun dapat mereproduksinya.

Sensorik × klinis

Memvalidasi lewat evaluasi sensorik dan penilaian gizi secara beriringan.

03
Oral Health × Longevity

Fungsi oral × dukungan makan

Perawatan mulut dan evaluasi menelan — fondasi makan lewat mulut — dipadukan ke dalam perancangan makanan. Dokter gigi, terapis wicara, dan ahli gizi bekerja bersama menghadirkan kenikmatan makan yang selaras dengan kemampuan mengunyah dan menelan setiap orang. Gerbang makanan adalah gerbang kesehatan.

Evaluasi oral dan menelan

Menilai fungsi mengunyah dan menelan.

Merancang tekstur makanan

Menyiapkan gradasi tekstur yang sesuai dengan fungsi.

Perawatan multidisiplin

Tim dokter gigi, terapis wicara, dan ahli gizi.

04
Community & Global

Kemitraan daerah dan internasional

Keahlian Clinical Gastronomy yang dibina di Jepang dibagikan kepada institusi medis daerah dan mitra di luar negeri. Dengan menyesuaikan pada budaya dan tradisi makan masing-masing, kami membuka kearifan Jepang tentang umur panjang yang sehat bagi dunia.

Jalinan daerah

Bekerja sama dengan pemerintah daerah, produsen, dan perawatan berbasis komunitas.

Jangkauan internasional

Melokalkan sesuai budaya makan tiap negara.

Berbagi pengetahuan

Menjadikan praktik merancang bersama sebagai model pelatihan berjejaring.

CHEF COUNCIL

Demi cita rasa sepiring hidangan,
tanggung jawab tertinggi.

Tak ada kompromi dengan dalih “makanan medis”. Para grand chef yang memimpin kuliner Prancis di Jepang bertanggung jawab atas cita rasa setiap piring.

Chef Yuichiro Watanabe — Nabeno-Ism
Chef Pengawas Eksekutif

Yuichiro Watanabe

渡辺 雄一郎

Chef-pemilik Nabeno-Ism / Mantan chef eksekutif Joël Robuchon

Chef sekaligus pemilik Nabeno-Ism, restoran Prancis di Asakusa, Tokyo. Pernah menjabat chef eksekutif Joël Robuchon dan mempertahankan bintang Michelin selama bertahun-tahun — salah satu grand chef yang mendefinisikan kuliner Prancis di Jepang.

Masakannya berpijak pada filosofi tersendiri, memadukan teknik tinggi kuliner Prancis dengan pemahaman mendalam akan budaya makan Jepang. Di Maison de Santé, sebagai chef pengawas eksekutif, ia bertanggung jawab atas kualitas dan kelezatan setiap menu yang dirancang bersama tenaga medis.

Chef Hiroyuki Sakai — La Rochelle
Chef Pendukung

Hiroyuki Sakai

坂井 宏行

Chef-pemilik La Rochelle / Iron Chef French dalam “Iron Chef”

Lahir di Kagoshima pada 1942. Chef sekaligus pemilik restoran Prancis La Rochelle. Sebagai Iron Chef French dalam acara televisi “Iron Chef”, ia menorehkan banyak duel legendaris dan berjasa besar memperkenalkan pesona kuliner Prancis di Jepang.

Kreatif, bertangan dingin, dan dicintai semua orang karena kehangatannya, ia adalah legenda kuliner Prancis Jepang yang dihormati lintas generasi. Kini sang maestro menyumbangkan pengalaman dan gairahnya bagi cita-cita Maison de Santé — bagi tantangan “lezat hingga akhir”.

MichelinJoël RobuchonIron ChefLa RochelleNabeno-Ism

Berawal dari garis silsilah kuliner Prancis Jepang yang dilambangkan “Iron Chef”, para chef papan atas mulai menyambut visi ini.

From the Kitchen

Kuliner Yuichiro Watanabe

Restaurant Nabeno-Ism, Asakusa, Tokyo

Kaviar dan udang manis

Caviar & Amaebi

Permata laut yang berlapis — pembuka sebuah hidangan.

Vert — sepiring hidangan hijau

Vert

Vitalitas ringan yang dimainkan dalam hijau.

Cumi-cumi

Calamar

Seni mengolah panas, menggugah manis alami bahan.

Daging sapi muda panggang

Veau Rôti

Umami yang terkunci di dalamnya — hidangan klasik.

Tartelette

Tartelette

Penutup yang indah hingga gema terakhirnya.

Standar sepiring hidangan ini, dibawa ke rumah sakit, panti perawatan, rumah, dan restoran. Teknik yang mengubah keterbatasan menjadi titik awal penciptaan — dari sinilah Clinical Gastronomy bermula.

Daisuke Tomita — Pendiri & Penggagas, Clinical Gastronomy Project
Founder’s Message

Kenikmatan makan adalah
bagian dari dunia medis.

Ketika penyakit datang, pilihan untuk makan kian menyempit — pembatasan garam, gula, dan protein; kemampuan menelan yang melemah. Namun hidup dengan batasan medis dan menyerah pada kelezatan sesungguhnya bukanlah hal yang sama.

Clinical Gastronomy Project mempertemukan pengetahuan klinis para dokter, dokter gigi, dan ahli gizi dengan kepekaan serta teknik para chef terkemuka, untuk merancang bersama makanan lezat yang sesuai dengan kondisi tubuh setiap orang.

Makanan rumah sakit, diet terapeutik, makanan ramah disfagia, makan di luar, hingga makan di rumah — dari sesuatu yang ditanggung menjadi sesuatu yang menopang kehidupan. Bukan sekadar acara sesaat: bersama institusi medis, koki, perusahaan, dan pemerintah, sambil terus mempraktikkan dan mengujinya, kami akan menumbuhkannya menjadi fondasi baru bagi masyarakat.

Dari “ini tidak boleh dimakan”
menuju “bagaimana agar tetap lezat”.
Sejak hari penyakit datang hingga suapan terakhir — hidup yang lezat.

Daisuke Tomita

Pendiri & Penggagas, Clinical Gastronomy Project
CEO MEDiDENT Inc.

Baca pesan lengkap sang pendiri
TEAM & STRUCTURE

Disiplin yang berbeda,
satu meja.

Dari dunia medis, kuliner, dan teknologi, para profesional papan atas berkumpul di sini. Hingga peran yang diemban masing-masing, strukturnya sendiri telah dirancang.

01Chef Council

Dewan Chef

Yuichiro Watanabe (pengawas eksekutif) dan Hiroyuki Sakai (pendukung), bersama para koki yang mewakili kuliner Jepang, Barat, dan Tiongkok. Di dalam batasan medis, mereka merancang kelezatan tanpa kompromi sedikit pun — otoritas tertinggi dalam cita rasa.

Perancangan rasa

Merancang dan menyempurnakan menu untuk tiap kondisi dan kemampuan, berlandaskan evaluasi sensorik.

Kodifikasi teknik

Menstandarkan teknik memasak agar siapa pun dapat mereproduksinya.

Ko-kreasi di lapangan

Memadukan teknik dan filosofi dengan kearifan dapur rumah sakit dan fasilitas perawatan, saling belajar satu sama lain.

02Clinical Board

Dokter, Dokter Gigi & Spesialis

Kedokteran gigi dan bedah mulut bekerja setara dengan penyakit dalam, gastroenterologi, dan bidang medis lainnya; ilmu gizi dan terapis wicara melengkapi tim lintas profesi medis dan kedokteran gigi. Tim ini memberi landasan medis bagi setiap menu, memastikan dari sudut pandang klinis bahwa makanan itu lezat, aman, dan baik bagi tubuh.

Berbagi parameter klinis

Menata kebutuhan gizi, kontraindikasi, dan rencana terapi sebagai dasar perancangan bersama.

Penilaian menelan & oral

Merancang tekstur sesuai kemampuan mengunyah dan menelan tiap orang (Oral First).

Riset klinis

Menghimpun dan memverifikasi data asupan, gizi, dan pemulihan.

03Medical Group

MEDiDENT × Miraise Well Medical Group

Berlandaskan jaringan klinis medis dan gigi yang menyeluruh, grup ini mengawal kualitas, keamanan, dan laju seluruh proyek — mesin implementasi yang menjaga visi agar tidak berhenti di atas kertas.

Jaringan klinis

Menyediakan basis kolaborasi dengan fasilitas pengguna dan institusi medis.

Pengawasan mutu & keamanan

Mengelola standar higiene, gizi, dan operasional.

Manajemen program

Mendampingi setiap tahap, dari adopsi hingga operasional dan penyempurnaan.

04Nutrition Team

Tim Ahli Gizi

Para ahli gizi yang memahami betul garis depan klinis adalah protagonis lain dari perancangan bersama. Dengan keahlian gizi klinis, mereka duduk semeja dengan para koki dan dokter, menerjemahkan setiap hidangan — dengan kelezatan yang tetap terjaga — menjadi operasional yang benar-benar berjalan di dapur.

Perancangan gizi

Merancang secara presisi energi dan zat gizi setiap piring.

Operasional menu

Membangun alur persiapan dan penyajian yang dapat direproduksi dapur.

Data gizi

Memantau asupan dan status gizi, lalu memperbaikinya.

05Technology & Community

Tim Teknologi & Komunitas

Melalui perancangan gizi berbantuan AI, pemanfaatan data kesehatan, serta kemitraan dengan pemerintah daerah, komunitas, dan produsen, tim ini membangun sarana untuk menghadirkan makanan ini kepada lebih banyak orang, secara berkelanjutan.

AI & data

Memajukan perancangan gizi dan pemanfaatan data kesehatan.

Kemitraan daerah

Memperluas ke pencegahan kerapuhan (frailty) dan perawatan terpadu berbasis komunitas.

Distribusi & D2C

Merancang produk dan jalur distribusi yang menjangkau rumah.

HOW WE WORK

Jalan menuju penerapan

Penerapan tidak dimulai dengan menafikan apa yang telah dibangun di lapangan. Kami menjadikan dapur yang ada beserta upaya manajemen gizinya sebagai fondasi, lalu melapisinya dengan sistem merancang bersama.

01

Mendengarkan

Kami menyimak dengan saksama tantangan fasilitas, profil pasien, dan struktur manajemen gizi, lalu merancang rencana yang paling tepat.

02

Pengembangan menu

Koki dan ahli gizi berkolaborasi secara setara mengembangkan menu yang berlandaskan bukti medis.

03

Pembentukan tim

Kami membentuk tim spesialis terbaik — dokter, dokter gigi, ahli gizi, terapis wicara.

04

Penerapan dan pelatihan

Pelatihan melapiskan teknik dan filosofi koki di atas pengalaman staf, sehingga pengalaman bersantap yang baru berakar tanpa beban.

05

Evaluasi dan penyempurnaan

Kepuasan pasien dan indikator gizi ditinjau secara berkala, dan program disempurnakan terus-menerus.

ChefKokiMedicalDokterNutritionAhli giziOral HealthDokter gigiTechnologyPerangkat digitalCommunityKota & pemerintah daerahMaisonde Santé

Enam disiplin mengelilingi satu meja.
Maison de Santé bukan sekadar sebuah restoran, melainkan panji implementasi sosial.

ECOSYSTEM

Alasan untuk bergabung,
bagi setiap kursi.

Niat baik saja tidak cukup untuk mewujudkan visi ini. Setiap pihak yang terlibat harus memperoleh hasil yang nyata — itulah, menurut kami, syarat sebuah mekanisme yang mengubah masyarakat.

01Rumah sakit & fasilitas perawatan

Makanan menjadi alasan untuk dipilih.

Menu yang dirancang bersama oleh koki dan tenaga medis — lengkap dengan rancangan menelan dan gizi — dihadirkan dalam bentuk yang sesuai dengan operasional sehari-hari. Meningkatkan asupan dan kepuasan, mengurangi sisa makanan, serta membangun reputasi yang kokoh sebagai “tempat dengan makanan yang enak”.

02Koki & juru masak

Keahlian yang menyentuh kehidupan.

Sepiring hidangan menopang pemulihan seseorang, dan tinggal dalam kenangan terakhirnya. Pelajari gizi klinis dan teknik makanan ramah disfagia, lalu bukalah profesi baru dalam dunia gastronomi — puncak lain bagi karier seorang koki.

03Dokter, dokter gigi & profesional kesehatan

Melampaui resep.

Rancang intervensi yang memadukan gizi, kesehatan mulut, dan masakan, serta bangun data klinis dan bukti ilmiah bersama-sama. Melalui publikasi, perancangan bersama, dan riset kolaboratif, jadilah pelopor bidang baru “pengobatan yang dapat disantap”.

04Pemerintah daerah & komunitas

Usia sehat sebuah kota, dimulai dari makanan.

Menangani pencegahan kerentaan dan biaya perawatan jangka panjang melalui pintu masuk yang paling sehari-hari: makanan. Bekerja sama dengan produsen lokal dan budaya kuliner untuk menempatkan “kota yang lezat” di pusat kebijakan kesehatan.

05Perusahaan & produsen makanan

Menghadapi pasar pertumbuhan berikutnya secara langsung.

Pengembangan bersama dan OEM dengan koki serta tim klinis. Dengan produk yang memadukan cita rasa dan landasan klinis, tancapkan lebih awal panji yang tepercaya di pasar makanan medis dan perawatan yang terus berkembang.

06Investor & mitra

Saat nilai sosial dan pertumbuhan berpadu.

Model bisnis berbasis bukti yang berawal dari implementasi klinis. Terbukti di Jepang, dengan jangkauan untuk meluas ke seluruh dunia sebagai Longevity Gastronomy — peluang langka yang lahir di Jepang.

LONGEVITY × MAKANAN SEBAGAI OBAT

Kearifan pangan untuk dunia,
dari negeri dengan usia sehat terpanjang.

Umur panjang yang sehat tidak dicapai dengan suplemen. Kearifan pangan yang telah dipraktikkan Jepang secara alami selama berabad-abad adalah apa yang dibutuhkan dunia saat ini.

Fermentation

Makanan fermentasi

Miso, kecap asin Jepang, nattō, acar — budaya fermentasi Jepang yang menopang pencernaan dan daya tahan tubuh.

Umami

Dashi & umami

Umami dari kombu dan katsuobushi menghadirkan kepuasan mendalam meski dengan lebih sedikit garam — teknik khas Jepang.

Balance

Satu sup, tiga lauk

Bentuk hidangan yang masuk akal, tempat keragaman dan keseimbangan gizi hadir secara alami.

Moderation

Musiman & hara hachi bu

Makan mengikuti musim; berhenti sebelum kenyang. Kesahajaan yang selaras dengan tubuh dan alam.

Phase 1 — Now

Membangun bukti, dimulai dari makanan rumah sakit.

Semuanya bermula dari mengubah makanan yang disajikan di rumah sakit dan fasilitas perawatan. Di lingkungan klinis, kami mengukur bagaimana makanan yang lezat dan bergizi memengaruhi asupan, status gizi, pemulihan, dan kepuasan pasien — mengumpulkan bukti ilmiah, sepiring demi sepiring.

Phase 2 — Next

“Lezat, dan baik bagi tubuh” — untuk dunia.

Di atas landasan klinis itu, perancangan bersama antara tenaga medis dan koki dibakukan sebagai Longevity Gastronomy. Ke rumah, restoran, komunitas — dan ke dunia yang usia sehatnya kian menyusut — kami membuka sistem ini.

Japan · Life vs Health SpanSatuan: tahun (ilustratif)

Inilah dekade yang kami perjuangkan.

~10 thn

tanpa sehat dan mandiri

Harapan hidup~84 thn
Harapan hidup sehat~74 thn
60708090

* Sumbu diperbesar: 60–90 thn

Selisih antara harapan hidup dan harapan hidup sehat — tahun-tahun yang tidak lagi dijalani dengan sehat dan mandiri — mencapai sekitar sepuluh tahun di Jepang. “Dekade terakhir” ini kami ubah menjadi waktu yang dijalani dengan lezat.

No.1

Usia sehat di tingkat tertinggi dunia

Jepang termasuk yang terbaik di dunia dalam angka harapan hidup maupun harapan hidup sehat. Di baliknya bukan obat istimewa, melainkan kearifan yang hidup di meja makan sehari-hari — negeri yang menjadikan makanan sebagai pengobatan pencegahan yang utama.

Batas

Yang tak terjangkau oleh suplemen

Mengisolasi satu nutrisi lalu menambahkannya lewat suplemen ada batasnya. Interaksi antarkomponen, pengalaman mengunyah dan mengecap, rasa puas — kesehatan ditopang oleh hidangan secara utuh. Mandeknya harapan hidup sehat di Barat menjadi buktinya.

Rancangan

Menuju Longevity Gastronomy

Makanan sebagai obat, yang dulu bertumpu pada intuisi dan tradisi, menjadi sistem yang dapat direproduksi, dirancang bersama oleh tenaga medis dan koki. Bagi dunia yang usia sehatnya kian menyusut, kami membukanya sebagai model untuk hidup dengan lezat.

ROADMAP

Dalam lima tahun,
menulis ulang kelaziman tentang makanan.

Bukan ekspansi yang tergesa-gesa, melainkan pembuktian di lingkungan paling menuntut: klinik. Selangkah demi selangkah, daya persuasi sepiring hidangan menjangkau seluruh masyarakat.

  1. 2026.10Launch

    Berawal dari meja klinis

    Rumah sakit dan fasilitas perawatan mitra menghadirkan hidangan yang dirancang bersama oleh koki dan tenaga medis. Data asupan, status gizi, dan kepuasan dikumpulkan dengan cermat, membuktikan nilai klinis makanan medis yang lezat.

  2. 2027–28

    Pembakuan, dan perluasan ke lebih banyak fasilitas

    Resep, teknik memasak, dan penyesuaian disfagia dibakukan menjadi pustaka menu yang dapat direproduksi. Model perancangan bersama dan pelatihan ditetapkan, memperluas jaringan fasilitas yang sevisi.

  3. 2029–30

    Membuka meja bagi rumah dan komunitas

    Melalui produk langsung ke konsumen, makanan beku dan siap saji, serta program komunitas, hidangan yang diasah di klinik memasuki kehidupan sehari-hari. Makanan sebagai obat dibakukan sebagai Longevity Gastronomy dan dihadirkan dalam keseharian.

  4. 2031–

    Dari Jepang, menuju usia sehat dunia

    Membawa bukti dan sistem yang telah terhimpun ke rumah sakit, fasilitas perawatan, dan dapur di mancanegara. Dari negeri dengan usia sehat terpanjang di dunia, sebuah model untuk hidup dengan lezat.

Masakan Nabeno-Ism
Our Promise

“Lezat hingga suapan terakhir” —
kami jadikan hal yang wajar.

CONTACT

Ada kursi untuk Anda
di meja ini.

Fasilitas yang mempertimbangkan adopsi; koki yang siap menyumbangkan keahliannya; tenaga medis dengan wawasan untuk dibagikan; perusahaan, pemerintah daerah, dan investor yang ingin membangunnya bersama kami. Apa pun posisi Anda — mari kita mulai dengan sebuah percakapan.

Untuk rumah sakit & fasilitas

Pendampingan adopsi dan perancangan menu bersama

Untuk koki & tenaga medis

Bergabung dengan Chef Council atau Clinical Board

Pemerintah daerah, perusahaan & media

Kemitraan daerah, pengembangan bersama, dan liputan media

Diluncurkan Oktober 2026

MEDiDENT / Miraise Well Medical Group / Japan Oral Health Association