Sebagai dokter gigi, saya selalu menjadikan pemulihan fungsi mulut sebagai prioritas utama perawatan. Mengunyah, menghaluskan, menelan — mulut adalah pintu pertama masuknya gizi ke dalam tubuh. Ketika fungsi itu menurun, makanan yang bisa dimakan menjadi terbatas, asupan gizi turun, dan seluruh tubuh pun ikut melemah.
Namun, memulihkan fungsi saja tidak cukup untuk memutus rantai itu. Orang terus makan karena makanannya lezat. Perawatan baru benar-benar tuntas ketika sepiring hidangan mengubah fungsi yang pulih menjadi keinginan makan setiap hari. Karena itu, kami membangun tempat di mana tenaga medis dan koki duduk di meja yang sama.